Seorang Akhwat, sebutlah akhwat B berjalan bersama ketiga orang rekannya di suatu aksi menentang agresi israel di Palestina yang diselenggarakan oleh sebuah gerakan mahasiswa islam skala nasional. Sesampainya disana, ia disambut oleh seseorang akhwat berjilbab kuning, yang sedang mengikuti jalannya aksi. Akhwat berjilbab kuning tesebut bertanya pada akhwat yang baru datang tersebut, "mana temen - temen akhwat UIN yang lain? " sang akhwat B menjawab, "Yang datang 4 orang, karena UIN sedang UAS" mendengar itu akhwat berjilbab kuning langsung berkata "oh 4... kirain 40..." sembari meninggalkan akhwat B.
Hal tersebut merupakan salah satu contoh akhlak personal dalam organisasi gerakan yang beridentitas islam. Memang sulit dipercaya, tapi itulah yang terjadi. Sikap sinis dan kalimat sindiran kerapkali terlontar dari lisan orang - orang yang mengaku aktivis islam tersebut.
Setelah ditelisik, sikap sinis itu berawal dari kesalahan yang dilakukan oleh para senior yang merupakan satu almamater dengan akhwat B dan teman - temannya pada saat diberikan amanah oleh organisasi tersebut sebelumnya. Apa kesalahan para senior itu saya tidak tahu persis. Hal ini menyebabkan akhwat B terkena imbas dari "dosa sejarah" yang sepertinya tak lekang oleh zaman. Tidak hanya akhwat B, seluruh personal yang satu kampus walaupun tidak melakukan "dosa" juga terkena.
Lantas, apakah hal tersebut dibenarkan? layakkah diri kita untuk terus mengingat kesalahan masa lalu dan menggeneralisasikan hal tersebut pada semua orang?. Tidak, tentu saja jawabannya tidak.
Pada akhirnya sama saja dengan bagaimana nantinya saya memandang akhwat berjilbab kuning itu dengan latar belakan organisasi tersebut. Adalah lucu bila saya menilai semua yang terkait didalamnya berakhlak sama dengan akhwat tersebut.Belum - belum, sudah mencap negatif. Rugi sekali. Ketika hati ini telah bersih dari dendam masa lalu dan mulai membangun organisasi ini dengan visi dan misi yang mantap. Membalas kritikan dan cemooh dengan amal nyat. Bukankah itu merupakan suatu kebaikan?. Kebaikan yang tentu saja menuai keberkahan.
Senin, 26 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar