Dia adalah sosok laki - laki sederhana. Yang meniti hidup dengan kebersahajaan. Garis wajahnya tajam, dengan kedua alis yang hampir bertaut, memiliki mata elang serta berbibir tipis yang mendadak manis bila tersenyum. Semua orang yang sekilas melihatnya pasti akan berpikiran sama seperti seorang sopir taksi ketika akan mengantarku pulang yang spontan berkata, "itu suami eneng yah? pasti orangnya pendiem", terkejut sejenak lalu kubalik tanya, "kok abang tahu?", seperti menang undian sopir taksi itu berujar " keliatan dari mukanya neng...".
Suamiku adalah seorang sederhana yang lembut. Sungguh tak pernah terlontar dari lisannya kata atau kalimat yang kasar sekalipun dalam situasi bercanda. Dia paling senang membangunkan tidur dengan mencium pipiku yang lembut ^_^. Ah.. aku tahu sikapnya bila ia tidak suka, ia tidak akan berkata satu patah pun, bila sedang sangat marah, wajahnya akan memerah, tapi tetap diam.
Umm... jangan tanya apakah ia pernah menyatakan cinta padaku. Karena kenyataan lebih indah dari sekedar jawab. Dibalik kemisteriusan sikapnya, ia adalah orang paling romantis dunia akherat ^_^, bahasa cintanya tidak hanya diungkapkan lewat lisan, tetapi sikap dan perilakunya melebihi ucapan, aku paling senang ketika ia membuatkanku susu hangat, membawakannya, dan menggelitikku ketika aku pura - pura tertidur agar bebas minum susu.
Aku belajar bagaimana bersabar dari suamiku itu, dia selalu mementingkan perasaanku diatas logika yang sebenarnya. Jangan mengira ia tidak memiliki pendirian, justru sebaliknya ia pandai mempengaruhiku, tanpa kusadari. Ia pemimpin yang sukses atas diriku, disebabkan ia memperhatikanku diatas segalanya.
Ya, dia adalah suamiku, Muhammad Faiz Rozi. Aku mencintainya.
Suamiku adalah seorang sederhana yang lembut. Sungguh tak pernah terlontar dari lisannya kata atau kalimat yang kasar sekalipun dalam situasi bercanda. Dia paling senang membangunkan tidur dengan mencium pipiku yang lembut ^_^. Ah.. aku tahu sikapnya bila ia tidak suka, ia tidak akan berkata satu patah pun, bila sedang sangat marah, wajahnya akan memerah, tapi tetap diam.
Umm... jangan tanya apakah ia pernah menyatakan cinta padaku. Karena kenyataan lebih indah dari sekedar jawab. Dibalik kemisteriusan sikapnya, ia adalah orang paling romantis dunia akherat ^_^, bahasa cintanya tidak hanya diungkapkan lewat lisan, tetapi sikap dan perilakunya melebihi ucapan, aku paling senang ketika ia membuatkanku susu hangat, membawakannya, dan menggelitikku ketika aku pura - pura tertidur agar bebas minum susu.
Aku belajar bagaimana bersabar dari suamiku itu, dia selalu mementingkan perasaanku diatas logika yang sebenarnya. Jangan mengira ia tidak memiliki pendirian, justru sebaliknya ia pandai mempengaruhiku, tanpa kusadari. Ia pemimpin yang sukses atas diriku, disebabkan ia memperhatikanku diatas segalanya.
Ya, dia adalah suamiku, Muhammad Faiz Rozi. Aku mencintainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar